Home » Ragam
Ragam

« Previous entries

Dua Nasib Terpisah Tembok Perumahan: Strategi Bertahan Hidup Seorang PRT

9 March 2010 | Category: Feature, News Ticker, Ragam

Oleh : Nunung Qomariyah
Sejak setahun yang lalu, persisnya ketika saya mulai menempati rumah sederhana di daerah Depok, Jawa Barat, setiap pagi saya menyaksikan pemandangan baru. Sebelumnya, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta, saya tinggal di lokasi yang berbaur…

Tags: No Comments



Apa Kata Masyarakat tentang PRT?

18 February 2010 | Category: News Ticker, Ragam, Suara Masyarakat

Persoalan PRT sebenarnya bukan persoalan ringan. Persoalan PRT merupakan persoalan sosial-politik yang serius. Berbagai kekerasan dan eksploitasi, pengabaian hak, dan pandangan stereotipe masih sering dialami PRT. Namun, itu belum cukup membuat pemerintah serius memperhatikan kondisi mereka. Bagaimana masyarakat sendiri melihat…

Tags: No Comments



Harapan Publik terhadap Para Komisioner Periode 2010-2014

4 January 2010 | Category: News Ticker, Ragam

Bagaimana respon masyarakat terhadap terpilihnya anggota Komisi Paripurna/para komisioner Komnas Perempuan periode 2010-2014? Apa harapan-harapan mereka terhadap para komisioner yang akan efektif bekerja mulai Januari ini? Berikut adalah suara berbagai kalangan masyarakat yang dihimpun dari wawancara yang dilakukan Nunung Qomariyah…

Tags: Comments Off



Qanun Jinayat dan Rajam di Mata Publik

6 November 2009 | Category: Ragam

Apa kata masyarakat mengenai Qanun Jinayat di Aceh yang di antaranya membuat aturan tentang hukuman rajam? Jika beberapa elit politik dan agama, khususnya di Aceh merasa Qanun Jinayat merupakan produk hukum penting mewjudukan Aceh yang “lebih baik”, bagaiman menurut masyarakat?…

Tags: , , , , 3 comments



Perempuan dan Puasa

13 October 2009 | Category: Ragam

Puasa adalah bulan penuh berkah. Lebaran adalah hari kemenangan. Pada saat puasa, kita bahagia melakukan segala kebaikan. Bagi perempuan-perempuan, puasa memberi mereka tambahan kerja rumah tangga. Harus menyiapkan makan buka dan sahur. Bagi perempuan-perempuan, puasa juga bisa berarti tambahan rejeki,…

Tags: , , , Comments Off



Sebuah Cerita tentang Ibu-ibu Penjual Makanan Berbuka Puasa

17 September 2009 | Category: Berita, Ragam

Menjadi perempuan memang tidak mudah. Berbagai tugas “keperempuan” yang dilekatkan padanya membuat perempuan seolah-olah alamiah dalam mengemban berbagai pekerjaan dan tugas tersebut. Perempuan dituntut harus dapat membagi uang belanja agar cukup, mengurus rumah tangga, mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga, membesarkan…

Tags: , , Comments Off



Apa Kata Mereka tentang Keterwakilan Politik Perempuan?"> Suara Masyarakat
Apa Kata Mereka tentang Keterwakilan Politik Perempuan?

2 September 2009 | Category: Ragam

Keterwakilan politik perempuan kini bukan lagi isu kalangan elit saja. Berbagai kelompok masyarakat di Indonesia sudah mulai banyak yang mengetahui dan memahaminya. Tentu saja, dengan ragam pengetahuan dan pemahaman juga. Mengetahui suara mereka tentang keterwakilan politik perempuan menjadi hal penting…

Tags: , , , , 2 comments



Kesehatan Reproduksi, Apa itu?"> Suara Masyarakat
Kesehatan Reproduksi, Apa itu?

3 August 2009 | Category: Ragam

Kesehatan dan hak reproduksi, apa yang diketahui masyarakat? Bagaimana mereka melihat fasilitas kesehatan reproduksi ini? Apakah menurut mereka pemerintah sudah memenuhi kewajibannya menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan reproduksi? Lalu, mengapa angka kematian ibu dan anak di negeri kita masih sangat…

Tags: , Comments Off



Himpunan Pandangan Masyarakat tentang Perempuan dan Teknologi

16 July 2009 | Category: Ragam

Teknologi dan perempuan telah lama seperti dua hal yang tidak akur. Teknologi dijauhkan dari perempuan dan, sebaliknya, perempuan dijauhkan dari teknologi. Dalam wajah teknologi yah minim keterlibatan perempuan, ia juga akhirnya menjadi teknologi yang lebih banyak disetir oleh dan untuk…

Tags: , Comments Off



Sebingkai Cinta Untukmu, oleh Detty

7 July 2009 | Category: Ragam

Sebingkai Cinta Untukmu
Oleh: Detti Artsanti

Mei ditahun sembilan puluh delapan
Sebuah tragedi yang maha memilukan…
Memecah kebisuan
Bersama deraian air mata
Bergelora membakar perih setiap mata memandang
Perempuan-perempuan ku teraniaya….
Mei ditahun sembilan puluh delapan
Perempuan-perempuanku bangkit…..
Membangunkan kembali…

Comments Off


« Previous entries

© 2010 Komnas Perempuan | Kirim saran dan kritik ke redaksi@komnasperempuan.or.id
134 queries. 0.612seconds.