<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komnas Perempuan &#187; Pendapat Pakar</title>
	<atom:link href="http://www.komnasperempuan.or.id/category/pendapat-pakar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.komnasperempuan.or.id</link>
	<description>Komnas Perempuan Site</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 04:53:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Lusia Palulungan, Direktur LBH APIK Makassar: Penting! Kerjasama dengan Pemerintah dan APH dalam Penanganan Kasus</title>
		<link>http://www.komnasperempuan.or.id/2012/02/lusia-palulungan-direktur-lbh-apik-makassar-penting-kerjasama-dengan-pemerintah-dan-aph-dalam-penanganan-kasus/</link>
		<comments>http://www.komnasperempuan.or.id/2012/02/lusia-palulungan-direktur-lbh-apik-makassar-penting-kerjasama-dengan-pemerintah-dan-aph-dalam-penanganan-kasus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 05:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[News Ticker]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapat Pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[lbh apik makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Lusia Palulungan]]></category>
		<category><![CDATA[paralegal]]></category>
		<category><![CDATA[perkosaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.komnasperempuan.or.id/?p=8830</guid>
		<description><![CDATA[
 
Di kalangan gerakan perempuan Makassar, nama Lusia Palulungan tidak asing lagi. Ia telah mengabdikan hidupnya lebih dari 13 tahun mendampingi perempuan korban kekerasan, juga kerap muncul di radio, televisi, koran dan menjadi narasumber di berbagai kegiatan. Lusy panggilan akrabnya, sejak&#8230;


&nbsp;
Related posts:<ol><li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2012/01/kepolisian-harus-menimbang-ulang-langkah-mempertemukan-mengkonfrontasi-korban-perkosaan-dengan-pelaku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kepolisian Harus Menimbang Ulang Langkah Mempertemukan (Mengkonfrontasi) Korban Perkosaan dengan Pelaku'>Kepolisian Harus Menimbang Ulang Langkah Mempertemukan (Mengkonfrontasi) Korban Perkosaan dengan Pelaku</a></li>
<li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2011/08/kunjungan-ke-tahanan-perempuan-korban-kekerasan-seksual-di-papua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kunjungan ke Tahanan Perempuan Korban Kekerasan Seksual di Papua'>Kunjungan ke Tahanan Perempuan Korban Kekerasan Seksual di Papua</a></li>
<li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2011/09/siaran-pershadirkan-jaminan-rasa-aman-dalam-transportasi-publik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siaran Pers: Hadirkan Jaminan Rasa Aman dalam Transportasi Publik'>Siaran Pers: Hadirkan Jaminan Rasa Aman dalam Transportasi Publik</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.komnasperempuan.or.id/2012/02/lusia-palulungan-direktur-lbh-apik-makassar-penting-kerjasama-dengan-pemerintah-dan-aph-dalam-penanganan-kasus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siti Ruhaini Dzuhayatin: Memperjuangkan HAM melalui Organisasi Kerjasama Islam</title>
		<link>http://www.komnasperempuan.or.id/2012/01/siti-ruhaini-dzuhayatin-memperjuangkan-ham-melalui-organisasi-kerjasama-islam/</link>
		<comments>http://www.komnasperempuan.or.id/2012/01/siti-ruhaini-dzuhayatin-memperjuangkan-ham-melalui-organisasi-kerjasama-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 09:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[News Ticker]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapat Pakar]]></category>
		<category><![CDATA[OIC]]></category>
		<category><![CDATA[OKI]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Kerjasama Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.komnasperempuan.or.id/?p=8791</guid>
		<description><![CDATA[Organisasi Kerjasama Islam (OKI) kini telah memiliki Independent Permanent Commission of Human Rights (OIC IPHRC) atau Komisi Independen Permanen Hak Asasi Manusia OKI. Siti Ruhaini Dzuhayatin merupakan perempuan asal Indonesia yang menjadi satu dari 18 Komisioner pada organisasi tersebut. Sebagai&#8230;


&nbsp;
Related posts:<ol><li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2012/01/meniti-ham-bersama-oki/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Meniti HAM Bersama OKI'>Meniti HAM Bersama OKI</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.komnasperempuan.or.id/2012/01/siti-ruhaini-dzuhayatin-memperjuangkan-ham-melalui-organisasi-kerjasama-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekerasan Seksual Menjadi Alat Teror dalam  Setiap Konflik</title>
		<link>http://www.komnasperempuan.or.id/2011/08/kekerasan-seksual-menjadi-alat-teror-dalam-setiap-konflik/</link>
		<comments>http://www.komnasperempuan.or.id/2011/08/kekerasan-seksual-menjadi-alat-teror-dalam-setiap-konflik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 08:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendapat Pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Teror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.komnasperempuan.or.id/?p=8258</guid>
		<description><![CDATA[Dokumentasi Komnas Perempuan tahun 1998-2010 mencatat terdapat 1.503 kasus kekerasan seksual dari 3.283 kasus kekerasan terhadap perempuan di wilayah konflik seperti Aceh, Poso, Maluku, Papua, Timor Leste, Tragedi  65, dan Mei 1998. 
 
 Desti Murdjiana, Wakil Ketua Komnas Perempuan
Bagaimana kekerasan&#8230;


&nbsp;
Related posts:<ol><li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/analisa-media-konferensi-pers-peringatan-tragedi-mei-1998/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Analisa Media Konferensi Pers Peringatan Tragedi Mei 1998'>Analisa Media Konferensi Pers Peringatan Tragedi Mei 1998</a></li>
<li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2010/11/sambutan-ketua-komnas-perempuan-untuk-hari-anti-kekerasan-terhadap-perempuan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sambutan Ketua Komnas Perempuan Untuk Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.'>Sambutan Ketua Komnas Perempuan Untuk Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.</a></li>
<li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2011/12/laporan-independen-komnas-perempuan-kepada-komite-cedaw-mengenai-pelaksanaan-konvensi-penghapusan-segala-bentuk-diskriminasi-terhadap-perempuan-di-indonesia-2007-2011/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sikap Komnas Perempuan pada Kekerasan Seksual terhadap Perempuan'>Sikap Komnas Perempuan pada Kekerasan Seksual terhadap Perempuan</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.komnasperempuan.or.id/2011/08/kekerasan-seksual-menjadi-alat-teror-dalam-setiap-konflik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Linda Amalia Sari, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: “Semua Bentuk Kekerasan Merupakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia”</title>
		<link>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/10/linda-amalia-sari-menteri-negara-pemberdayaan-perempuan-dan-perlindungan-anak-%e2%80%9csemua-bentuk-kekerasan-merupakan-pelanggaran-hak-asasi-manusia%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/10/linda-amalia-sari-menteri-negara-pemberdayaan-perempuan-dan-perlindungan-anak-%e2%80%9csemua-bentuk-kekerasan-merupakan-pelanggaran-hak-asasi-manusia%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 09:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendapat Pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesetaraan Gender]]></category>
		<category><![CDATA[Pelanggaran HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Rancangan Undang-undang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.komnasperempuan.or.id/?p=6963</guid>
		<description><![CDATA[Linda Amalia Sari adalah satu dari empat perempuan yang menduduki jabatan menteri negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Linda dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak periode 2009-2014.
Sebagai orang yang telah 14&#8230;


&nbsp;
Related posts:<ol><li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2009/11/dr-musdah-mulia-ma-apu-%e2%80%9cislam-paling-vokal-memihak-hak-asasi-manusia%e2%80%9d/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dr. Musdah Mulia, MA, APU: “Islam Paling Vokal Memihak Hak Asasi Manusia”'>Dr. Musdah Mulia, MA, APU: “Islam Paling Vokal Memihak Hak Asasi Manusia”</a></li>
<li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2010/10/ifdhal-kasim-%e2%80%9cpelanggaran-ham-masa-lalu-harus-dipertanggungjawabkan%e2%80%9d/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ifdhal Kasim:   “Pelanggaran HAM Masa Lalu Harus Dipertanggungjawabkan!”'>Ifdhal Kasim:   “Pelanggaran HAM Masa Lalu Harus Dipertanggungjawabkan!”</a></li>
<li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2009/11/qanun-jinayat-dan-rajam-di-mata-publik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Qanun Jinayat dan Rajam di Mata Publik'>Qanun Jinayat dan Rajam di Mata Publik</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/10/linda-amalia-sari-menteri-negara-pemberdayaan-perempuan-dan-perlindungan-anak-%e2%80%9csemua-bentuk-kekerasan-merupakan-pelanggaran-hak-asasi-manusia%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ifdhal Kasim:   “Pelanggaran HAM Masa Lalu Harus Dipertanggungjawabkan!”</title>
		<link>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/10/ifdhal-kasim-%e2%80%9cpelanggaran-ham-masa-lalu-harus-dipertanggungjawabkan%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/10/ifdhal-kasim-%e2%80%9cpelanggaran-ham-masa-lalu-harus-dipertanggungjawabkan%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 08:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendapat Pakar]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[Pelanggaran HAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.komnasperempuan.or.id/?p=6959</guid>
		<description><![CDATA[Komisi Nasional Hak Asasi (Komnas HAM) merupakan salah satu mekanisme nasional penegakan hak asasi manusia di Indonesia, di samping Komnas Perempuan. Untuk mengupayakan perlindungan dan pemajuan HAM di Indonesia, kerja sama Komnas HAM dan Komnas Perempuan menjadi sebuah keharusan
Sudah&#8230;


&nbsp;
Related posts:<ol><li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2009/11/dr-musdah-mulia-ma-apu-%e2%80%9cislam-paling-vokal-memihak-hak-asasi-manusia%e2%80%9d/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dr. Musdah Mulia, MA, APU: “Islam Paling Vokal Memihak Hak Asasi Manusia”'>Dr. Musdah Mulia, MA, APU: “Islam Paling Vokal Memihak Hak Asasi Manusia”</a></li>
<li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2010/10/linda-amalia-sari-menteri-negara-pemberdayaan-perempuan-dan-perlindungan-anak-%e2%80%9csemua-bentuk-kekerasan-merupakan-pelanggaran-hak-asasi-manusia%e2%80%9d/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Linda Amalia Sari, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: “Semua Bentuk Kekerasan Merupakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia”'>Linda Amalia Sari, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: “Semua Bentuk Kekerasan Merupakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia”</a></li>
<li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2009/04/kartini-masa-kini-adalah-para-perempuan-pejuang-hak-asasi-manusia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kartini Masa Kini adalah Para Perempuan Pejuang Hak Asasi Manusia'>Kartini Masa Kini adalah Para Perempuan Pejuang Hak Asasi Manusia</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/10/ifdhal-kasim-%e2%80%9cpelanggaran-ham-masa-lalu-harus-dipertanggungjawabkan%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untung Sugiyono:   “Standar Minimal Internasional Pengoperasian Lembaga Pemasyarakatan Belum Tercapai”</title>
		<link>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/untung-sugiyono-%e2%80%9cstandar-minimal-internasional%c2%a0pengoperasian-lembaga-pemasyarakatan-belum-tercapai%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/untung-sugiyono-%e2%80%9cstandar-minimal-internasional%c2%a0pengoperasian-lembaga-pemasyarakatan-belum-tercapai%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 03:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendapat Pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari anti penyiksaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.komnasperempuan.or.id/?p=5526</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka memperingati Hari Anti Penyiksaan yang jatuh setiap tanggal 26 Juni, Nunung Qomariyah dari redaksi Komnas Perempuan melakukan wawancara dengan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham), Untung Sugiyono. Wawancara selama kurang lebih satu jam yang&#8230;


&nbsp;
Related posts:<ol><li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/hentikan-penyiksaan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hentikan Penyiksaan'>Hentikan Penyiksaan</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/untung-sugiyono-%e2%80%9cstandar-minimal-internasional%c2%a0pengoperasian-lembaga-pemasyarakatan-belum-tercapai%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maria Goretti Etik Prawahyanti :   “Kondisi Perempuan dalam Tahanan sangat Memprihatinkan!”</title>
		<link>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/maria-goretti-etik-prawahyanti%c2%a0-%e2%80%9ckondisi-perempuan-dalam-tahanan-sangat-memprihatinkan%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/maria-goretti-etik-prawahyanti%c2%a0-%e2%80%9ckondisi-perempuan-dalam-tahanan-sangat-memprihatinkan%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 17:22:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendapat Pakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.komnasperempuan.or.id/?p=5529</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi tahanan bukan saja persoalan terenggutnya kebebasan, tapi juga soal kerentanan menjadi sasaran berbagai bentuk tindakan penyiksaan dan kekerasan. Stigma sebagai pelaku kejahatan seakan menjadi legitimasi untuk memperlakukan mereka dengan kekerasan. Kondisi tersebut pasti akan lebih buruk dialami tahanan perempuan.&#8230;


No related posts.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/maria-goretti-etik-prawahyanti%c2%a0-%e2%80%9ckondisi-perempuan-dalam-tahanan-sangat-memprihatinkan%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desty Murdijana:”Sebagai Gerakan, Kita Perlu Mekanisme Menemukan Musuh Bersama”</title>
		<link>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/desty-murdijana%e2%80%9dsebagai-gerakan-kita-perlu-mekanisme-menemukan-musuh-bersama%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/desty-murdijana%e2%80%9dsebagai-gerakan-kita-perlu-mekanisme-menemukan-musuh-bersama%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 17:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News Ticker]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapat Pakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.komnasperempuan.or.id/?p=5403</guid>
		<description><![CDATA[Kecenderungan melupakan sejarah seringkali menjadi masalah dalam pemenuhan hak korban pelanggaran HAM di Indonesia. Masyarakat yang mengidap amnesia sejarah menjadi tidak kritis lagi terhadap pelanggaran HAM masa lalu. Sementara, negara semakin abai dengan tanggungjawab pemenuhan hak korban. Bagaimana mengupayakan memorialisasi?&#8230;


No related posts.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/desty-murdijana%e2%80%9dsebagai-gerakan-kita-perlu-mekanisme-menemukan-musuh-bersama%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ester Jusuf, S.H: ”Kita Harus Membangun Kekuatan Bersama Korban dan Masyarakat!”</title>
		<link>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/ester-jusuf-s-h-%e2%80%9dkita-harus-membangun-kekuatan-bersama-korban-dan-masyarakat%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/ester-jusuf-s-h-%e2%80%9dkita-harus-membangun-kekuatan-bersama-korban-dan-masyarakat%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 03:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News Ticker]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapat Pakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.komnasperempuan.or.id/?p=5387</guid>
		<description><![CDATA[  

Sudah lebih satu dekade tragedi kemanusiaan Mei 98 berlalu. Peristiwa yang sering diklaim sebagai tanda sejarah gerakan reformasi di negeri ini menumbalkan banyak warga bangsa, termasuk perempuan yang menjadi menjadi korban kekerasan seksual. Setelah melewati angka 12 tahun, gerakan reformasi&#8230;


No related posts.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/06/ester-jusuf-s-h-%e2%80%9dkita-harus-membangun-kekuatan-bersama-korban-dan-masyarakat%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ruth Indiyah Rahayu: “Organisasi Perempuan Harus Mengubah Strategi Gerakan”</title>
		<link>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/05/ruth-indiyah-rahayu-%e2%80%9corganisasi-perempuan-harus-mengubah-strategi-gerakan%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/05/ruth-indiyah-rahayu-%e2%80%9corganisasi-perempuan-harus-mengubah-strategi-gerakan%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 17:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News Ticker]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapat Pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Mei 98]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.komnasperempuan.or.id/?p=5176</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka memperingati duabelas tahun gerakan reformasi, Nunung Qomariyah dari redaksi Komnas Perempuan mewawancarai Ruth Indiyah Rahayu, aktivis perempuan dan Ketua Departemen dan Propaganda Komite Pusat Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) . Wawancara yang berlangsung di rumahnya (28 April 2010) ini&#8230;


&nbsp;
Related posts:<ol><li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2010/05/yuniyanti-chuzaifah%e2%80%9cgerakan-perempuan-perlu-meredifinisi-strategi-membuat-pola-baru%e2%80%9d/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yuniyanti Chuzaifah:“Gerakan Perempuan Perlu Meredifinisi Strategi, Membuat Pola Baru”'>Yuniyanti Chuzaifah:“Gerakan Perempuan Perlu Meredifinisi Strategi, Membuat Pola Baru”</a></li>
<li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2010/05/peringatan-mei-2010-hari-kebangkitan-nasional-hari-pendidikan-nasional-12-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-98/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Peringatan Mei 2010: Hari Kebangkitan Nasional, Hari Pendidikan Nasional  &#038; 12 Tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 98'>Peringatan Mei 2010: Hari Kebangkitan Nasional, Hari Pendidikan Nasional  &#038; 12 Tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 98</a></li>
<li><a href='http://www.komnasperempuan.or.id/2010/05/putri-cina/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Putri Cina'>Putri Cina</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.komnasperempuan.or.id/2010/05/ruth-indiyah-rahayu-%e2%80%9corganisasi-perempuan-harus-mengubah-strategi-gerakan%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

