Home » Pendapat Pakar
Pendapat Pakar

« Previous entries

Lita Anggraeni: ”Intervensi Negara Masih Setengah Hati”

18 February 2010 | Category: News Ticker, Pendapat Pakar

Pekerja Rumah Tangga (PRT) yang bekerja di dalam negeri, bukan PRT migran, merupakan kelompok masyarakat penting, baik secara ekonomi maupun sosial. Keberadaan mereka dalam keluarga di Indonesia…

Tags: No Comments



Dr. Dewi Motik Pramono, M.Si: “Undang-undang PRT Penting untuk Pegangan dan Rujukan”

18 February 2010 | Category: News Ticker, Pendapat Pakar

Dalam masyarakat Indonesia modern, Pekerja Rumah Tangga (PRT) dalam sebuah keluarga kelas menengah-atas menjadi sebuah kebutuhan. Semakin luasnya akses terhadap pendidikan, sosial, …

Tags: No Comments



Neng Dara Affiah: ”Mereka Harus Diperlakukan sebagai Pekerja”

18 February 2010 | Category: Berita, News Ticker, Pendapat Pakar

Untuk melengkapi berbagai pandangan dalam diskusi tentang Pekerja Rumah Tangga, Redaksi Komnas Perempuan melakukan wawancara dengan salah satu anggota Komisi Paripurna Komnas Perempuan, Neng Dara Affiah. Wawancara ini mengeksplorasi berbagai isu, termasuk upaya membangun solidaritas feminis antara majikan dan PRT,…

Tags: No Comments



Kristi Poerwandari:
Apakah Para Komisioner Sudah Siap Bekerja di Bawah Heading Komnas Perempuan?

4 January 2010 | Category: Pendapat Pakar

Komnas Perempuan telah memiliki komisioner baru untuk periode 2010-2014. Di tengah beberapa kritik atas proses pemilihannya, tentu saja sangat penting untuk tetap memberikan dukungan; memberikan berbagai masukan agar para komisioner tersebut bisa bekerja baik demi terpenuhinya mandat …

Tags: Comments Off



Abdul Moqsith Ghazali:
“Dikhawatirkan Qanun akan Memberatkan Perempuan”

25 November 2009 | Category: Pendapat Pakar

Beberapa waktu lalu DPR Aceh telah menetapkan Qanun Jinayah yang mengatur rajam sebagai salah satu jenis sanksi yang diterapkan bagi pelaku zina. Hal ini mendapat reaksi keras dari kelompok pengusung HAM dan demokrasi. Sebagian kelompok agama juga turut mempertanyakan hukuman…

2 comments



Dr. Musdah Mulia, MA, APU: “Islam Paling Vokal Memihak Hak Asasi Manusia”

5 November 2009 | Category: Berita, Pendapat Pakar

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah mengesahkan Qanun Jinayat yang banyak menuai pro dan kontra. Kontroversi di antaranya karena qanun ini memuat hukuman rajam. Selain itu, juga visinya yang diskriminatif, khususnya terhadap perempuan. Penggunaan pandangan dan pemikiran fiqh klasik sebagai…

Tags: , , , , Comments Off



Mariana Amiruddin:
”KPP Harus Dipimpin Menteri Berperspektif Gender!”

19 October 2009 | Category: Berita, Pendapat Pakar

Tak lama lagi, Presiden SBY akan mengumumkan kabinet di bawah masa jabatannya yang kedua kali. Apakah SBY masih akan mempertahankan Kementerian Pemberdayaan Perempuan? Meski harus berkejaran dengan waktu yang sungguh singkat, kita tetap harus melakukan advokasi agar KPP tetap dipertahankan,…

Comments Off



Masruchah:
“KPP Punya Tanggungjawab untuk Memonitor Implementasi Gender Mainstreaming”

12 October 2009 | Category: Berita, Pendapat Pakar

Seiring sedang digodoknya kabinet di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru terpilih kembali untuk masa jabatan 2009-2014, berkembang gagasan untuk menghapuskan Kementerian Pemberdayaan Perempuan (KPP) atau menggabungkannya dengan kementerian lain.

3 comments



KH Husein Muhammad :
Jadikan Puasa Momen Menghentikan Kekerasan Terhadap Perempuan

17 September 2009 | Category: Berita, Pendapat Pakar

Puasa bulan berkah bagi umat Muslim, bulan ibadah, ladang segala kebaikan penuh pahala. Puasa yang secara formal diwujudkan dalam bentuk menahan makan, minum dan berhubungan seksual juga menghadirkan kesibukan baru dalam kehidupan rumah tangga. Demikian pula saat lebaran menjelang tiba.…

Tags: , , Comments Off



Rieke Dyah Pitaloka:
“Saya komitmen menjadi politisi, setiap hari harus bekerja politik”"> Rieke Dyah Pitaloka:
“Saya komitmen menjadi politisi, setiap hari harus bekerja politik”

15 September 2009 | Category: Pendapat Pakar

Rieke Diah Pitaloka termasuk dari sekitar 18% caleg perempuan yang terpilih menjadi anggota DPRRI pada pemilu lalu. Sebagai seorang artis, Rieke mengukui dirinya diuntungkan dari segi pouplaritas. Namun, perjuangan dan stategi politik yang sudah dibangunnya lama menjadi hal sangat penting…

Tags: , Comments Off


« Previous entries

© 2010 Komnas Perempuan | Kirim saran dan kritik ke redaksi@komnasperempuan.or.id
145 queries. 0.917seconds.