Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech

Melalui Kearifan Budaya, Kita Hapuskan Kekerasan terhadap Perempuan

Laporan Kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
LBH APIK NTB

LBH APIK NTB bekerjasama dengan Dinas Pariwisata NTB menggelar acara puncak Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Mengangkat tema “Melalui Kearifan Budaya, Kita Hapuskan Segala Bentuk Kekerasan terhadap Perempuan”. Selama ini budaya dianggap berperan dalam pelembagaan diskriminasi terhadap perempuan. “Kami ingin mengajak semua elemen yang berkecimpung dalam adat dan budaya, bersama kita bisa menghapuskan kekerasan terhadap perempuan melalui pesan-pesan dalam seni budaya itu sendiri,” demikian harapan panitia penyelenggara.

Lebih dari 250 orang hadir dalam acara tersebut. Mereka mewakili unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, Aparat Penegak Hukum, akademisi, budayawan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar dan mahasiswa.

Pada pembukaan, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi NTB, Ratningdiah. M.A. membacakan sambutan Gubernur NTB, M Zainul Majdi. MA. Dalam sambutan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi atas kerja LBH APIK NTB dalam upaya penghapusan diskriminasi terhadap perempuan di segala sektor kehidupan.

LBH Apik menampilkan budaya seperti cepung, hikayat (menceritakan kisah dihari kebangkitan, bahwa pada hari itu, suami yang tidak memberikan nafkah dan tidak memelihara istri dengan baik akan mendapatkan siksa dari Allah SWT), rebana zikir, komedi rudat, cilokak (kesenian daerah yang biasa diputar dalam acara pernikahan, pada kesempatan ini diiringi dengan lagu-lagu kesetaraan) dan cerita rakyat NTB. Seluruh budaya tersebut mengandung pesan anti kekerasan terhadap perempuan. “Bersama kita bisa menghapuskan kekerasan terhadap perempuan,” ungkap Ratningdiah.[Suryajaya]

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech