Kunjungan Lapangan Pundi Perempuan: Memelihara Kebersamaan, Melanjutkan Perjuangan
8 June 2010 | Kategori: Aktual, Berita
Oleh Siti Maesaroh (Divisi Parmas Komnas Perempuan)
Pundi Perempuan merupakan program penggalangan dana public yang digagas Komnas Perempuan dan dikelola YSIK (Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan). Dana yang terkumpul lewat Pundi Perempuan diperuntukkan bagi women’s crisis center (WCC) atau lembaga pengada layanan kasus dan lembaga yang menangani persoalan kekerasan terhadap perempuan di berbagai wilayah di Indonesia. Program ini telah berlangsung selama tujuh tahun.
Semangat keberlanjutan kental mewarnai harapan para penggiat 5 organisasi mitra penerima Pundi Perempuan Komnas Perempuan dalam kunjungan mitra yang dilakukan akhir tahun 2009 lalu. Mereka adalah para perempuan korban kekerasan dan perempuan pembela HAM yang memberikan pelayanan bagi perempuan korban kekerasan di wilayah Yogyakarta, Sragen, Boyolali dan Magelang. Kegiatan kunjungan Pundi Perempuan merupakan bagian dari acara monitoring yang bertujuan sebagai wadah pertemuan dan komunikasi lebih mendalam antara pengelola Pundi Perempuan dengan organisasi mitra penerima Pundi Perempuan. Kegiatan kali ini merupakan kunjungan kedua dari kegiatan serupa yang pernah dilakukan pada tahun 2005.
Salah satu kunjungan dilakukan pada dua organisasi/perkumpulan perempuan korban kekerasan politik periode 1965-1966, yaitu Kiprah Perempuan di Yogyakarta dan Paguyuban Perempuan Lanjaran “Wiji Asih” di Boyolali. Kedua organisasi ini menerima Pundi Perempuan tahun 2008 dan sama-sama menjalankan program penguatan ekonomi dan sosial organisasi/paguyuban perempuan korban 1965-1966.
Salah satu kondisi yang dihadapi korban kekerasan politik 1965-1966 adalah peminggiran hak di bidang ekonomi.Mereka dan keluarganya terus-menerus dibebani stigma sebagai anggota PKI yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada akses mereka pada pekerjaan maupun usaha yang hendak mereka jalankan. Kedua kelompok perempuan korban ini memanfaatkan Pundi Perempuan untuk pengadaan modal usaha pertanian dan peternakan, sementara sisanya untuk modal koperasi simpan pinjam. Secara rutin, anggota kelompok ini melakukan pertemuan anggota yang juga ditujukan sebagai ajang untuk pemulihan sebagai perempuan korban kekerasan.
Kunjungan juga dilakukan kepusat krisis untuk perempuan korban kekerasan atau women’s crisis center (WCC) Sahabat Perempuan di Magelang yang menerima Pundi Perempuan tahun 2006 dan Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS)di Sragen, penerima Pundi Perempuan tahun 2009. Kedua organisasi ini menjalankan program pendampingan dan pemulihan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis gender di daerahnya masing-masing. APPS Sragen, selain melakukan pendampingan, juga dengan penuh semangat membuat kelas-kelas keterampilan khusus bagi perempuan korban kekerasan seperti menjahit dan membuat penganan (makanan kecil). Kreativitas para perempuan ini memang menjadi keistimewaan, selain juga karena tuntutan aktivisme sosial mereka yang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sahabat Perempuan Magelang juga berupaya dengan menulis pengalaman mereka melakukan pendampingan korban dalam buku kecil berjudul Dari Gunung ke Gunung: Pengalaman Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan.
Meski jumlah dana yang diterima terbatas, namun Pundi Perempuan membuat mereka bisa berkiprah dalam mendampingi dan menguatkan perempuan korban kekerasan. Pengalaman ini membuat mereka mendorong program Pundi Perempuan terus berlanjut agar lebih banyak lagi organisasi perempuan yang dapat berkiprah. Artinya lebih banyak lagi korban terlayani, menjadi kuat dan berdaya. Dengan begitu, Pundi Perempuan, yang lahir sebagai inisiatif demi meningkatkan dukungan dan partisipasi publik, akan semakin nyata memberikan perubahan bagi mereka, sekecil apapun.
(Artikel ini dimuat dalam Berita Komnas Perempuan edisi IV)
Artikel selengkapnya dapat di unduh disini
| Tags : | Share on Facebook |








