Analisa Media Peluncuran Pundi Kesehatan


31 May 2010 | Kategori: Analisa Media, Berita, News Ticker

Disiapkan oleh Diah Irawaty

Pendahuluan

Komnas Perempuan bekerjasama dengan Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (YSIK) membuat program Pundi Kesehatan yang diperuntukkan bagi para perempuan pembela HAM. Sebagai bagian dari refleksi peringatan gagasan-gagasan RA Kartini, dengan dukungan Rahima dan mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, yang juga ketua Yayasan PUAN Amal Hayati, program tersebut diluncurkan pada 20 April 2010 di kediaman Sinta Nuriyah di Ciganjur, Jakarta Selatan. Acara yang dihadiri beberapa aktivis perempuan perwakilan berbagai organisasi ini juga turut dihadiri beberapa media massa.

Media massa dalam era informasi yang berkembang cepat menjadi salah satu alat utama untuk menyosialisasikan visi dan misi sebuah organisasi. Dalam banyak hal, di sisi lain, media massa juga menjadi salah satu representasi ketertarikan publik (public interest). Sejauhmana media massa terlibat dalam pemberitaan program dan kegiatan yang dilakukan sebuah organisasi menjadi salah satu alat ukur krusial bagaimana kegiatan dan program tersebut dianggap menarik dan atau layak disebarkan secara luas. Lebih jauh, peran penting media massa juga terkait potensinya dalam membangun ketertarikan publik tersebut.

Apakah kegiatan peluncuran Pundi Kesehatan yang danananya akan dimanfaatkan untuk mendukung perempuan-perempuan pembela HAM menjadi kegiatan yang dianggap menarik oleh media massa –dan karenanya oleh publik? Sejauhmana, di sisi lain, media massa membuat berita tentang kegiatan tersebut secara “kuat” sehingga bisa mendorong terbangunnya ketertarikan publik? Bagaimana cara media massa tersebut memberitakan kegiatan Pundi Kesehatan ini?

Berikut ini adalah analisa media terhadap peliputan kegiatan oleh berbagai media massa, yang di antaranya untuk mengeksplorasi pertanyaan-pertanyan di atas.

Tujuan

Tujuan analisa media ini adalah:

  1. Mengetahui dan mendata media-media yang turut memberitakan kegiatan tersebut.
  2. Mengukur kekuatan dan kelemahan pemberitaan yang dilakukan media terhadap kegiatan tersebut.
  3. Membuka peluang bagi penguatan kerjasama dengan media dalam peliputan kegiatan-kegiatan Komnas Perempuan dan kegiatan perempuan lainnya.

Indikator

Indikator yang digunakan dalam analisa ini adalah:

  1. Jumlah tulisan
  2. Letak tulisan/rubrikasi
  3. Akurasi informasi
  4. Isu yang menjadi perhatian
  5. Media yang memberitakan (jangkauan pembaca)

Media yang Hadir dan Media yang Memuat

Dalam kegiatan peluncuran Pundi Kesehatan sekaligus memperingati hari Kartini ini, sejumlah 12 media massa hadir dalam kegiatan ini, yaitu  6 cetak, 4 online, 1 majalah, 1 jurnal) dan termonitor 8 artikel berita; 1 media cetak, 7 media online.

Dari jumlah media massa yang hadir tersebut, berdasarkan hasil pemantauan dan penelusuran, 7 media massa memberitakan kegiatan peluncuran ini, baik media online maupun media cetak. Media online yang memberitakan kegiatan tersebut berjumlah 6 media, meliputi Kominfo Newsroom, Kompas Female, Kompas.com, Prakarsa-rakyat.com, Tribunnews.com, dan Warta digital. Sementara, hanya ada satu media cetak yang memberitakan kegiatan tersebut, yaitu Kompas.

Isu yang Menjadi Perhatian

Beberapa isu atau topik yang mendapat penekanan (highlight) media massa yang memberitakan kegiatan peluncuran Pundi Amal ini adalah:

-          Kerentanan perempuan pembela HAM dari aspek kesehatan, termasuk ancaman kekerasan

-          Kerentanan perempuan pembela HAM dari aspek layanan kesehatan

-          Kerja penegakan HAM yang tidak memberikan jaminan hidup, termasuk bidang kesehatan baik bagi peremuan pembela maupun keluarga dan jaringan sosialnya

-          Tanggungjawab negara terhadap pemenuhan hak warga atas layanan kesehatan

-          Pundi Kesehatan sebagai kebutuhan bagi perempuan pembela HAM

Analisa (Faktual dan Komentar)

1. Judul, Halaman dan Kolom

No Media Judul Rubrik/

Letak

Keterangan
1 Kompas cetak Pundi Kesehatan bagi Pembela HAM Pendidikan dan Kebudayaan Mencantumkan Komnas Perempuan, menyebut jelas tujuan dan peruntukan program Pundi Kesehatan, tidak memberi informasi lebih lanjut, termasuk tanggungjawab negara
2 Depkominfo Komnas Perempuan Luncurkan Pundi Kesehatan bagi Pembela HAM Mencantumkan KP, Penyebutan pembela HAM masih belum lengkap, seharusnya perempuan pembela HAM, memberi informasi tentang kerentanan perempuan pembela HAM
3 Kompas Female Bantuan Kesehatan untuk Perempuan Pembela HAM Menginformasikan secara rinci berdasarkan siaran pers yang disiapkan Komnas Perempuan
4 Kompas.com Sambut Hari Kartini Komnas Perempuan Bikin Pundi Kesehatan Komnas Perempuan, menyebut jelas tujuan dan peruntukkan program Pundi Kesehatan, memberi informasi lebih lanjut, termasuk tanggungjawab negara
5 Prakarsa Rakyat Pundi Kesehatan bagi Pembela HAM Komnas Perempuan, menyebut jelas tujuan dan peruntukkan program Pundi Kesehatan, memberi informasi lebih lanjut, termasuk tanggungjawab negara
6 Tribun News Sambut Hari Kartini, Komnas Perempuan Luncurkan Pundi Kesehatan Komnas Perempuan, menyebut jelas tujuan dan peruntukkan program Pundi Kesehatan, memberi informasi lebih lanjut, termasuk tanggungjawab negara
7 Warta Digital Komnas Perempuan Bikin Pundi Kesehatan Mencantumkan KP, judul hampir sama dengan Kompas.

2. Analisa Isi (Content)

A. Media Cetak

Kompas

Kompas menjadi satu-satunya media cetak yang memberitakan kegiatan ini. Kompas memuat berita peluncuran Pundi Kesehatan ini di rubrik pendidikan dan kebudayaan di halaman 12. Kompas memberitakan kegiatan ini dalam tulisan sebanyak satu kolom berukuran 13 cm. Dari segi penempatan rubrik, pemberitaan Kompas ini sangat memungkinkan meraih pembaca cukup banyak mengingat pada saat itu sering dimuat dengan berita ujian nasional (UN), topik pendidikan menjadi topi yang sedang banyak dibicarakan. Sayangnya, dengan pemberitaan hanya satu kolom, tentu pemberitaan Kompas ini tidak tampak terlalu mencolok; berita tersebut akan banyak dilewatkan oleh para pembaca cepat.

Meski demikian, dalam satu kolom pendek itu, Kompas cukup memberikan informasi yang akurat tentang program Pundi Kesehatan ini. Judul kuat “Pundi Kesehatan bagi Pembela HAM” yang dipakai Kompas sangat mungkin berpengaruh dalam membangun minat pembaca sekaligus memberi informasi awal yang penting tentang program ini dan tujuan utamanya. Informasi isi yang disampaikan Kompas semakin menegaskan tujuan program tersebut yang terkait dengan kerentanan perempuan terhadap ancaman kesehatan sekaligus terhadap layanan kesehatan yang terbatas. Dengan mengutip pernyataan Masruchah –yang posisinya disebut secara salah oleh Kompas sebagai wakil ketua Komnas HAM (seharusnya, salah satu komisioner /Wakil Ketua Komnas Perempuan), tentang Pundi Kesehatan sebagai kebutuhan mendesak bagi perempuan pembela HAM di tengah ketiadaan sistem jaminan sosial yang memadai, Kompas memberi tekanan penting tentang signifikansi program ini.

Yang penting juga dari berita Kompas karena posisi media ini sebagai media cetak terbesar dengan pembaca terbanyak di Indonesia. Mendapat porsi berita di Kompas berarti mendapat kesempatan dibaca oleh pembaca yang banyak, meski dengan kolom yang sangat terbatas.

Secara umum, meski dengan kolom terbatas, Kompas sudah sangat efektif dan efisien dalam memberitakan kegiatan peluncuran Pundi Kesehatan. Di luar kesalahan menyebut posisi Masruchah, Kompas juga menyampaikan informasi secara akurat terkait program ini, termasuk tujuan pentingnya dalam memberikan dukungan layanan kesehatan bagi perempuan pembela HAM.

B. Media Online

Kominfo Newsroom

Kominfo Newsroom yang merupakan media online milik Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) memberi judul bagus untuk kegiatan peluncuran Pundi Kesehatan ini. Kominfo Newsroom memberi judul “Komnas Perempuan Luncurkan Pundi Kesehatan bagi Pembela HAM.” Tiga kata kunci: Komnas Perempuan, Pundi Kesehatan dan Pembela HAM yang menjadi informasi utama kegiatan ini cukup jelas diwadahi judul ini.

Selain judul, beberapa hal menarik dan penting dari pemberiataan media online ini adalah detail informasi tentang program Pundi Kesehatan sendiri. Di antara informasi detail yang diberitakan Kominfo Newsroom termasuk informasi tentang program Pundi Perempuan, manfaat dan tujuannya. Pembaca akan mendapat informasi lebih lengkap dan utuh tentang program fundraising ini.

Kominfo Newsroom menekankan kerjasama Komnas Perempuan dan YSIK di balik gagasan penggalangan dana Pundi Kesehatan bagi Perempuan Pembela HAM ini. Kominfo Newsroom juga menyebut dua pihak penting lain dalam peluncuran Pundi Kesehatan ini yaitu Rahima dan Sinta Nuriyah Wahid. Djuju Zubaidah yang menjadi inspirator Pundi Kesehatan ini mendapat coverarge cukup banyak dalam pemberitaan media ini.

Tujuan penggalangan dana juga diberitakan dengan jelas dan akurat, yaitu diperuntukkan bagi perempuan pembela HAM yang bekerja untuk isu pemenuhan hak perempuan dan diutamakan bagi mereka yang sedang sakit parah, kritis, kronik maupun cacat yang menyebabkan tidak dapat lagi beraktivitas sebagai pembela HAM. Kominfo Newsroom juga menyebut cukup jelas tujuan lain Pundi Kesehatan yaitu mendukung perempuan pembela HAM (PPHAM) yang tidak memiliki jaminan kesehatan ataupun asuransi kesehatan, termasuk bagi keluarga dan jaringan sosialnya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya perawatan tersebut.

Informasi rinci lain yang disampaikan Kominfo Newsroom terkait jaminan sosial yang harus melingkupi pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Kominfo Newsroom juga menyinggung tanggungjawab negara atas pemenuhan hak konstitusional warga negara atas layanan kesehatan yang dijamin UUD 1945 yang menjadi bagian tak terpisahkan dari program ini. Kerentanan yang dihadapi PPHAM karena aktivitasnya sebagai pembela HAM dan sebagai perempuan yang seringkali menyebabkan mereka rentan mengalami diskriminasi dan kekerasan juga diangkat Kominfo Newsroom.

Kominfo Newsroom memberi space cukup luas dalam memberitakan berita peluncuran Pundi Kesehatan ini. Dengan informasi rinci terkait program fundraising ini, berita Kominfo Newsroom sangat informatif dalam mengenalkan program ini. Sebagai media alternatif, bukan media mainstream, tentu pembaca yang mengakses Kominfo Newsroom tidak sebanyak pembaca media mainstream. Yang penting, sebagai bagian dari institusi pemerintah, kerjasama dengan Kominfo Newsroom perlu menjadi salah satu target dalam sosialisasi kegiatan dan program Komnas Perempuan, termasuk sebagai pintu masuk kerjasama dengan Depkominfo sebagai lembaga induk Kominfo Newsroom.

Kompas.com

Kompas.com atau Kompas versi online membuka pemberitaan peluncuran Pundi Kesehatan dengan mengangkat moment Hari Kartini yang dipilih untuk peluncuran gagasan penggalangan dana bagi perempuan pembela HAM ini. Media juga memberi judul beritanya dengan “Sambut Hari Kartini Komnas Perempuan Bikin Pundi Kesehatan.” Mengingat Hari Kartini saat itu menjadi salah satu moment yang banyak menyedot perhatian masyarakat, penggunaan judul tersebut dimungkinkan akan sangat berpengaruh dalam pembangunan ketertarikan publik untuk membaca berita ini.

Kerjasama Komnas Perempuan dengan YSIK dalam program penggalangan dana ini juga diangkat media ini. Kompas.com menginformasikan tujuan program ini dengan membuat kutipan atas nama Djuju Zubaidah yang disebut sebagai inisiator Pundi Kesehatan. Dalam memberitakan program Pundi Perempuan Kompas.com banyak mengutip pernyataan yang mengatasnamakan Djuju Zubaidah. Sayangnya, Kompas.com membuat kekeliruan dengan menyampaikan pernyataan yang diambil dari naskah pernyataan pers Komnas Perempuan atas nama Djuju Zubaidah.

Satu sisi, dengan cara mengutip, Kompas.com bisa memberikan informasi tentang, terutama, tujuan program Pundi Kesehatan dan tanggungjawab negara atas pemenuhan hak layanan kesehatan ini secara akurat sebagai support bagi perempuan pembela HAM. Sayangnya, sekali lagi, Kompas.com tidak akurat dalam menyebutkan sumber kutipan tersebut, yaitu siaran pers Komnas Perempuan, bukan pernyataan Djudu Zubaidah.

Prakarsa-rakyat.org

Prakarsa-rakyat.org menyampaikan informasi singkat mengenai Pundi Kesehatan ini yang diambil dari siaran pers yang dipersiapkan oleh Komnas Perempuan. Dengan berita yang dimuat sangat singkat, sangat mungkin berita ini tidak banyak memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat tentang program ini, khususnya tujuan utama dan sasarannya. Tanggungjawab negara juga tidak dijelaskan dalam pemberitaan Prakarsa-rakyat.org. Meski demikian, sebagai informasi dasar yang memberitakan acara tersebut, bisa menjadi pijakan masyarakat untuk lebih mencari informasi lebih lengkap mengenai program ini.

Female.kompas.com/Kompas Female

Female.kompas.com atau Kompas Female yang merupakana ”anak” media Kompas mengemas ulang siaran pers dengan bahasa yang lebih akrab di masyarakat. Bahasa yang dipergunakan dalam siaran pers, di-paraphrase menjadi bahasa feature yang menyentuh dan mudah dimengerti. Yang penting, dengan memuat atau mem-paraphrase siaran pers yang disiapkan Komnas Perempuan, Kompas Female bisa secara detail, lengkap dan akurat memberitakan program Pundi Kesehatan ini. Selain itu, sebagai bagian dari Kompas, berita dalam Kompas Female ini diharapkan akan banyak diakses oleh pembaca.

Wartadigital.com

Berita dalam Wartadigital.com diberi judul ”Komnas Perempuan Bikin Pundi Kesehatan” yang dimulai dengan penggunaan momentum Hari Kartini untuk peluncuran gagasan penggalangan dana Pundi Kesehatan bagi Perempuan Pembela HAM. Informasi lembaga-lembaga yang terlibat, yaitu Komnas Perempuan dan YSIK disampaikan jelas oleh Wartadigital.com. Seperti Kompas.com, Wartadigital.com mempublikasikan pernyataan yang disebutkan berasal dari Djuju Zubaidah, inisiator Pundi Perempuan, meski sumber aslinya siaran pers yang disiapkan Komnas Perempuan. Definisi dan tujuan Pundi Kesehatan dimuat di media online ini yang dikutip dari pers release Komnas Perempuan. Poin tanggungjawab negara dalam pemenuhan hak warga atas layanan kesehatan, termasuk bagi para perempuan pembela HAM juga diangkat Wartadigital.com. Secara umum, media ini memberi informasi cukup lengkap tentang program ini, mulai tujuan dan peruntukannya.

Tribunenews.com

Seluruh pernyataan Tribunenews.com ini sama persis dengan berita yang dimuat di Wartadigital.com. Bila warta digital membuat empat paragraf, Tribunnews.com menuliskannya menjadi enam paragraf. Meski dengan kalimat berita yang sama, Tribunnews.com memberi judul yang berbeda dengan Wartadigital.com.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Dari paparan di atas, bisa diambil beberapa kesimpulan:

  1. Media massa besar dan media massa cetak tidak cukup banyak yang memberitakan kegiatan peluncuran program ini.
  2. Media massa yang memberitakan kegiatan Peluncuran Pundi Kesehatan meski dengan panjang tulisan yang berbeda, secara umum sudah memberikan informasi cukup lengkap tentang program tersebut, terutama masalah yang menjadi background, tujuan dan peruntukannya.
  3. Mayoritas media yang memberitakan kegiatan peluncuran ini menyampaikan informasi yang akurat terkait program Pundi Kesehatan ini. Beberapa informasi yang merupakan kutipan dari siaran pers Komnas Perempuan membantu media massa untuk menyampaikan informasi secara akurat dalam pemberitaannya itu.
  4. Satu aspek penting yang tidak tersampaikan dan terberitakan media massa dalam liputan peluncuran program ini adalah terkait pentingnya dukungan masyarakat, termasuk teknis menyampaikan donasi bagi yang tertarik melakukannya.

Beberapa usulan rekomendasi untuk perbaikan upaya-upaya Komnas Perempuan terkait liputan dan pemberitaan media massa adalah:

  1. Perlu membuat kegiatan yang menarik dalam meluncurkan program-program penting seperti Pundi Kesehatan, tidak hanya pemaparan program dan siaran pers, sehingga akan lebih banyak media yang tertarik meliput dan memberitakan.
  2. Membuat penjelasan tambahan sejelas mungkin bagi naskah siaran pers yang sudah disiapkan sebelumnya sehingga kesalahan mencantumkan narasumber seperti kasus di atas tidak terjadi.
  3. Menguatkan kerjasama dengan media massa, termasuk media yang dikelola pemerintah.
  4. Perlu membuat assessment atau survei sejauhmana berita-berita tersebut membantu menyosialisasikan kegiatan dan program yang sedang dilakukan atau direncanakan oleh Komnas Perempuan.

Penutup

Demikian analisa media untuk kegiatan peluncuran Pundi Kesehatan ini. Diharapkan, dengan analisa ini kita bisa semakin paham dan aware pentingnya pemberitaan media massa bagi kerja Komnas Perempuan, dan, selanjutnya, mendorong inisiatif kerjasama yang lebih kuat dengan media massa itu.

ARTIKEL TERKAIT :



Tags : , Share on Facebook

2 comments
Leave a comment »

  1. saya cek di berita di wartaberita.com yg judul “Komnas Perempuan Bikin Pundi Kesehatan”
    pada paragraf pertama tertulis
    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

    JAKARTA, KOMPAS.com – Bertepatan dengan Hari Kartini yang akan jatuh pada hari Rabu (21/4/2010), Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) bersama dengan Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (YSIK) meluncurkan gagasan penggalangan dana untuk Pundi Kesehatan bagi Perempuan Pembela HAM.

    nah dari situ kelihatan berita di wartaberita.com disadur dari kompas.com, dan kompas.com menyadur dari tribunnews.com ini kelihatan dari kalimat pertama yg tertulis “Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi”

    link dari ketiga berita tsb:
    http://www.tribunnews.com/2010/04/20/sambut-hari-kartini-komnas-perempuan-luncurkan-pundi-kesehatan
    http://nasional.kompas.com/read/2010/04/20/10165454/Komnas.Perempuan.Bikin.Pundi.Kesehatan
    http://wartadigital.com/2010/04/20/komnas-perempuan-bikin-pundi-kesehatan.html

  2. semangat..salam kenall…

    thanks..

    di tunggu kunjungan baliknya



© 2012 Komnas Perempuan | Jl Latuharhary 4B, Jakarta 10310 Tel: 62-21-3903963 Fax : 62-21-3903922 |
Kirim saran dan kritik ke redaksi@komnasperempuan.or.id
123 queries. 1.099seconds.