Harapan Publik terhadap Para Komisioner Periode 2010-2014


4 January 2010 | Kategori: News Ticker, Ragam

Bagaimana respon masyarakat terhadap terpilihnya anggota Komisi Paripurna/para komisioner Komnas Perempuan periode 2010-2014? Apa harapan-harapan mereka terhadap para komisioner yang akan efektif bekerja mulai Januari ini? Berikut adalah suara berbagai kalangan masyarakat yang dihimpun dari wawancara yang dilakukan Nunung Qomariyah dan Diah Irawaty dari Redaksi Komnas Perempuan. Selamat membaca!

salma Salmah (Yayasan Benua/Bina Profesi Wira Usaha), asal Makasar

Harapan saya kepada Komisioner baru yang telah terpilih agar Komnas Perempuan lebih menggaung lagi, karena selama ini masih kurang. Komnas perempuan itu kan lembaga Negara secara nasional sehingga orang perlu tahu keberadaan dan program-programnya. Menurut saya Komnas Perempuan kurang popular sehingga kedepannya harus ada figur yang dekat dengan media untuk kebutuhan publisitas. Untuk programnya, saya harap bisa lebih ke masyarakat. Isu prioritas menurut saya yang perlu ditangani adalah soal kemiskinan perempuan.

hirin Hirim (HRWG/Human Rights Working Group)

Kerja-kerja Komnas Perempuan sudah bagus jadi komisioner yang baru dapat meneruskan saja dengan strategi dan isu yang sudah ada dan lebih ditingkatkan lagi kerja-kerja atau program-program yang telah ada. Beberapa kerja yang harus diteruskan dan direalisasikan adalah misalya mendorong ratifikasi konvensi migran. Saya berharap juga agar Komisioner yang telah terpilih akan dapat bermitra dan bekerjasama dengan lembaga/organisasi lain.

maryani Maryani (Bapeda Lombok Timur)

Menurut saya, sudah banyak yang dilakukan oleh Komnas Perempuan, namun ke depannya perlu ditingkatkan perhatian yang lebih serius di tingkat korban terutama mereka yang berada di daerah dan tindak lanjut kedepannya juga harus memberi perhatian pada korban kekerasan perempuan dan anak dan juga isu pemberdayaan ekonomi. Selain itu dibutuhkan pula sosialisasi di tingkat bawah. Saya juga berharap agar Komnas Perempuan dapat men-share program-programnya dengan daerah.

sutirah Sutirah (Departemen Hukum dan HAM)

Harapan saya terhadap Komnas Perempuan dibawah kepemimpinan komisioner yang baru terpilih adalah agar Komnas Perempuan dapat melindungi hak-hak perempuan dan anak. Meskipun sudah ada UU PKDRT namun pelaksanaannya masih saja tertunda. Aparat penegak hukum masih membela dengan setengah hati terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. Yang saya kira perlu dilakukan oleh Komnas Perempuan ke depan adalah sosialisasi bantuan hukum untuk aparat pemerintah dan para penegak hukum untuk memberi kesadaran kepada mereka. Saya harap Komnas Perempuan lebih giat lagi menangani kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Dan juga persoalan PRT migran dan lokal agar segera diselesaikan dan ditangani.

asep Asep R.M (Bapeda Indramayu)

Emosi dan tingkah laku kita dipengaruhi oleh ekonomi, kebiasaan dan pendidikan kita sehingga ketiga hal ini juga harus diperhatikan dalam kaitannya dengan keadilan gender dan kekerasan terhadap perempuan. Saya rasa, perlu ada sosialisasi dari Komnas Perempuan ke daerah-daerah, khususnya tentang kekerasan terhadap perempuan (KTP) dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Komnas Perempuan juga harus sering mengundang orang-orang dari daerah seperti acara ini untuk program-programnya, maksud saya pemerintah daerahnya misalnya. Seperti kita tahu bahwa di daerah ada persoalan dana yang terbatas sehingga kegiatan yang dilakukan-pun tidak maksimal. Saya kira Komnas Perempuan dapat mendorong pemeritah daerah untuk memberikan dana yang lebih besar untuk persoalan perempuan ini melalui APBD. Saya juga berharap bahwa program-program Komnas Perempuan dapat dirasakan oleh teman-teman di daerah. Satu lagi yang harus dibenahi dan diteruskan adalah komunikasi dengan pihak daerah dan informasi yang tidak boleh putus dari nasional ke daerah.

retno Retno (Koordinator Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia/ATKI), Jakarta

Untuk Komisioner yang baru, siapaun itu, harapannya bisa meningkatkan kinerjanya.  Kalau dilihat dari isu buruh migran, persoalannya semakin rumit dan complicated. Nah sehingga Komnas Perempuan bisa lebih kritis lagi.  Meskipun saya tahu Komnas Perempuan terbatasi dengan mandat, tapi seharusnya tetap bisa bekerja lebih maju untuk menghadapi persoalan migran ini.

Kerja Komnas Perempuan selama ini melakukan pemantauan. Saya kira Komnas Perempuan harus lebih berani menggebrak pemerintah. Karena pemerintah sampai hari ini masih lemah dalam melakukan kerja untuk perempuan dan buruh migran.

Saya tidak bisa berkomentar bagaimana kinerja Komnas Perempuan dengan komisioner-komisioner yang ada sekarang ini, karena memang secara pribadi saya memang belum begitu tahu tentang sepak terjang mereka. Tapi harapannya adalah Komnas Perempuan bisa meningkatkan kinerjanya dengan lebih baik lagi.

toyo Hartoyo (Aktivis LGBT), Jakarta

Saya melihat Komnas Perempuan sudah mempunyai Rencana Strategis untuk tahun 2010-2014, dan ada 5 poin besar yang akan menjadi prioritas. Untuk Komisioner Komnas Perempuan ke depan harus bisa memposisikan sebagai “negarawan”. Artinya Komnas Perempuan harus bisa bermain lebih banyak ditingkat pemerintahan atau bekerja sama lebih baik dengan pemerintah.

Meskipun saya tahu para komisioner ini adalah orang-orang yang biasa bekerja di grassroot , ini tentu menjadi kekuatan tersendiri, tapi untuk kerjasama dengan pemerintah harus dimaksimalkan.

Yang lain adalah, bagaimana Komnas Perempuan bisa lebih jeli melihat kelompok yang sangat rentan atau biasa disebut mengalami diskriminasi berlapis. Komnas Perempuan harus punya upaya yang sistematis untuk menangani persoalan itu.

Selain itu beberapa komisioner harus mendobrak mainstream mereka tentang definisi perempuan. Faktanya ada banyak orang perempuan yang tidak mau disebut perempuan karena identitas seksual yang dimilikinya.  Saya kira soal definisi ini harus lebih kontekstual. Apalagi orang-orang Komnas Perempuan adalah orang-orang yang bekerja di lapangan, tentu saja tahu dengan hal ini.

Selain itu saya berharap Komnas Perempuan bisa menggunakan secara maksimal anggaran dari negara. Meskipun mekanisme yang harus ditempuh sangat ribet, tapi Komnas Perempuan mungkin bisa mengubah sistem itu, atau kalaupun tidak, mencari cara agar dana negara tersebut bisa terserap dengan maksimal sehingga Komnas Perempuan tidak melulu menggunakan dana dari donor. Karena sebetulnya Komnas Perempuan bisa menjadi jembatan antara donor dengan LSM-LSM yang ada di akar rumput, yang sebetulnya jauh lebih membutuhkan dana tersebut.

Saya ingin ungkapkan sebetulnya saya kecewa dengan pemilihan komisioner periode ini. Sehingga Komnas Perempuan ke depan harus memperbaiki sistem dinternal KP, terutama soal pemilihan. Karena Komnas Perempuan ini lembaga publik maka semunya harus akuntabel dan transparan.

desi Desi(Guru), Semarang

Saya tidak tahu banyak tentang kerja Komnas Perempuan. Yang jelas saya berharap perempuan di Indonesia bisa menikmati hidup yang tenang, nyaman dan sejahtera. Juga tidak dibedakan dengan laki-laki. Saya berharap Komnas Perempuan bisa membuat perempuan Indonesia meraih apa-apa yang dicita-citakan.

indy Indy Damayanti (Komnas HAM), Jakarta

Ke depan Komnas Perempuan harus lebih banyak mensosialisasikan baik itu kerja-kerja yang dilakukan, programnya dan juga Komnas Perempuan sendiri, terlebih bagaimana mekanisme pengaduan. Karena selama ini banyak juga perempuan yang tidak tahu kemana harus melaporkan kekerasan yang dialaminya.

Saya juga melihat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sekarang sangat kooperatif, jadi Komnas Perempuan ke depan harus lebih banyak bekerjasama dengan KPP itu.

hesti Hesti (Perawat), Semarang

Komnas Perempuan ke depan seharusnya bisa lebih banyak bekerja di wilayah pedesaan. Di pedesaan banyak perempuan yang tidak tahu harus kemana kalau mengalami kekerasan. Dan perempuan di pedasaan sangat miskin. Komnas Perempuan juga mestinya lebih banyak bekerjasama dengan jaringan di daerah dan juga Kementerian Pemberdayaan Perempuan ditingkat Kabupaten dan Provinsi. Harapannya agar para perempuan di Indonesia ini bisa hidup layak. Jadi jangan hanya bekerja ditingkat nasional saja.

ARTIKEL TERKAIT :



Tags : Share on Facebook


© 2012 Komnas Perempuan | Jl Latuharhary 4B, Jakarta 10310 Tel: 62-21-3903963 Fax : 62-21-3903922 |
Kirim saran dan kritik ke redaksi@komnasperempuan.or.id
119 queries. 1.043seconds.