Berbagi Sirih Pinang untuk Bicara Kebenaran
16 December 2009 | Kategori: Aktual
Dalam tradisi masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, berbagi sirih pinang berarti membuka diri untuk membangun keakraban. Sirih pinang juga menandakan rasa saling percaya dan seringkali merupakan awal dari sebuah hubungan panjang. Ketika terjadi perselisihan, berbagi sirih pinang adalah pertanda keinginan yang ikhlas dari para pihak untuk merajut kembali jalinan kekerabatan yang sempat terganggu.
Dalam perjalanan bangsa Indonesia, banyak peristiwa kekerasan yang telah menimbulkan luka yang masih membekas hingga sekarang. Para korban banyak yang terus bungkam selama bertahun-tahun guna menghindari stigma atau karena kuatir akan dikucilkan bila bercerita. Bisa jadi, mereka yang bungkam ini adalah anggota keluarga kita sendiri. Sebagai warga bangsa, kita pun bisa ikut memberi andil terhadap kebungkaman dan pembungkaman para korban. Kita sering enggan mendengarkan kisah mereka, apalagi karena banyak peristiwa kekerasan di masa lalu terjadi atas nama bangsa Indonesia, atau dianggap sebagai aib bangsa.
Gerakan Mari Bicara Kebenaran mengajak setiap warga bangsa untuk membuka diri pada sejarah kelam Indonesia dengan mengundang dan menyimak penuturan para korban. Kisah mereka adalah bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari gerakan ini, kita tidak akan menghakimi korban, apalagi menyalahkan mereka atas dampak dari pertarungan politik yang telah menimpanya. Melalui gerakan ini, kita menjadi kekuatan pengikat bangsa Indonesia untuk bersama melawan lupa dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak lagi terulang lagi di masa yang akan datang. Inilah ikrar kita, yaitu untuk menciptakan kehidupan bangsa Indonesia yang bebas dari kekerasan dan berkeadilan.
| Tags : | Share on Facebook |




