Perempuan Pengungsi Aceh, Riwayatmu Kini
14 August 2009 | Kategori: Buku, Publikasi
| Judul Buku | : | Sebagai Korban Juga Survivor: Pengalaman dan Suara Perempuan Pengungsi Aceh tentang Kekerasan dan Diskriminasi |
| Penulis | : | Samsidar (Pelapor Khusus untuk Aceh) |
| Penerbit | : | Komnas Perempuan |
| Tahun Terbit | : | 2006 |
| Tebal | : | 95 halaman |
Pelapor Khusus Komnas Perempuan untuk Aceh yang merupakan sebuah mekanisme penegakan hak asasi manusia (HAM) perempuan mempunyai tugas melaporkan temuan-temuan kondisi pemenuhan HAM perempuan di wilayah tersebut. Temuan-temuan inilah yang dibahas dalam buku laporan Pelapor Khusus untuk Aceh ini, khususnya menyangkut situasi perempuan di daerah pengungsian. Temuan dibagi menjadi dua bagian: temuan umum dan temuan spesifik.
Temuan umum yang dilaporkan dalam buku ini adalah tindak diskriminasi, penggusuran paksa dan kekerasan yang berkaitan erat dengan keterbatasan fasilitas di pengungsian dan beban hidup yang berlipat ganda. Kekerasan dan tindak diskriminasi seringkali dilakukan oleh orang-orang terdekat korban. Bahkan, kekerasan seksual, seperti perkosaan dan pemaksaan untuk menjalankan profesi sebagai pekerja seks tak luput dari “daftar kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan ini.”
Kekerasan juga terjadi dalam hubungan rumah tangga yang seharusnya dapat memberikan perlindungan bagi perempuan. Rumah tangga justru menjadi tempat berlangsungnya praktek kekerasan. Lebih dari setengah kekerasan yang terjadi di ranah keluarga ini mengambil bentuk kekerasan seksual, misalnya penelantaran dan pemerasan termasuk merampas jaminan hidup (jadup) dan bantuan bagi istri dan anak-anak, membatasi kadaulatan perempuan pengungsi dalam praktek-praktek kawin paksa, kawin cina buta, cerai gantung, tolak cerai dan praktek poligami.
Kekerasan juga terjadi di domain publik dan juga dilakukan oleh aparat negara, seperti tindak penggusuran paksa. Ranah publikpun menjadi momok bagi perempuan, tidak ada ruang privat dan privasi bagi perempuan untuk melakukan aktifitas, khususnya aktifitas yang sangat pribadi. Kasus pengintipan sebanyak 70 persen bisa cukup mendeskripsikan bahwa telah terjadi invasi terhadap zona aman perempuan, di samping serangan terhadap tubuh dan seksualitas mereka.
Buku ini juga mendokumentasikan tindak diskriminasi perempuan pengungsi berdasarkan status sosial seperti janda dan anak perempuan kepala keluarga dan belum menikah yang merupakan kelompok rentan, seperti pengabaian, pembedaan dan pembatasan hak pengungsi perempuan atas bantuan, kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi dan hak politik perempuan dalam proses pemberian dan pengelolaan bantuan kemanusiaan.
Sementara, beberapa temuan spesifik yang membahas secara khusus isu-isu yang mengemuka dalam temuan ini, adalah (1) Pengalaman diskriminasi yang dialami perempuan pengungsi baik di ranah publik maupun oleh negara; penggusuran paksa yang mengikuti pola serupa di masa Orde Baru; kekerasan seksual yang terjadi baik di ranah publik maupun domestik; kerentanan perempuan pengungsi terhadap kekerasan berkaitan dengan institusi perkawinan; kekerasan dalam rumah tangga, dan kondisi perempuan di pengungsian akibat konflik bersenjata.
Kekerasan seksual yang terjadi terhadap perempuan pengungsi bukanlah tindakan yang dapat dimaafkan dan bisa dibiarkan berlalu begitu saja. Pendiaman dan pembungkaman terhadap masalah yang menimpa perempuan pengungsi harus dilawan karena hal ini merupakan pelanggaran kemanusiaan. Namun, karena adanya stigma dalam masyarakat bahwa peristiwa seperti itu memunculkan aib bagi korbannya sendiri, keluarga dan komunitasnya, maka solusi yang ditawarkan adalah melalui mekanisme keluarga dan adat.
Lalu, apa yang terjadi bila memakai mekanisme ini?
Pemenuhan hak korban dan keadilan bagi korban terabaikan sama sekali. Namun, pengukuhan jerat impunitaslah yang terjadi yang dapat menciptakan bentuk kekerasan baru, bahkan semakin meningkatnya jumlah kekerasan. Di samping itu, pelaku juga dapat dengan bebas berkeliaran karena tidak ada hukuman yang akan dia dapatkan. Lahirnya spiral kekerasan sebagai akibat pembiaran impunitas menjadi persoalan baru yang tak kalah serius. Pelaku tidak dengan sungguh-sungguh memenuhi tanggungjawabnya atas apa yang dilakukannya. Penelantaran dan pembiaran perempuan korban terus menerus terjadi. Sanksi sosial yang diberlakukan masyarakat terhadap perempuan korban kekerasan sangatlah tidak adil mengingat korban adalah korban bukan pelaku. Lalu kenapa malah korban yang disalahkan?
Sungguh miris memang gambaran perempuan pengungsi ini. Namun mereka tidak tinggal diam, meski mayoritas mereka tidak melaporkan kasus kekerasan yang mereka alami, namun mereka melakukan penguatan bagi kemandirian ekonomi mereka dan menciptakan ruang berbagi dan saling menguatkan satu sama lain. Parahnya lagi, perempuan pengungsi yang berupaya memperjuangkan haknya dan hak komunitasnya seringkali menjadi sasaran kekerasan sebagai bentuk penghukuman dan pembungkaman. Kondisi itu diperburuk dengan tidak dilibatkannya perempuan dalam setiap pengambilan keputusan.
Buku ini juga memuat tanggapan dari berbagai stakeholder di Aceh, seperti otoritas dan publik Aceh yang diwakili oleh otoritas eksekutif Pemerintah Aceh, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Povinsi Aceh, DPRA, BRR Aceh-Nias dan juga tanggapan dari publik. Komnas Perempuan juga memberikan tanggapan dan rekomendasinya pada akhir buku ini yang diikuti oleh tanggapan otoritas nasional dan publik Jakarta.
Akhirnya, tanggapan terhadap semua persoalan di Aceh hendaknya harus ditindaklanjuti dengan serius; aksi nyata dan kebijakan yang berperspektif perempuan dan korban harus dimunculkan dan diimplementasikan. Komitmen pemerintah nasional, lokal, masyarakat dan berbagai stakeholder dan partisipasi berbagai pihak harus ikut membantu menyelesaikan persoalan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan pengungsi di Aceh. Mekanisme keluarga dan adat harus ditinjau ulang dan membangun kesadaran masyarakat agar membuang jauh-jauh stigma korban kekerasan dan stigma janda dll agar perdamaian dan keadilan dapat ditegakkan (Diah Irawaty).
pharmacy vicodin, Percocet Vs Vicodin cialis tadalafil
vicodin price Percocet 7.5 vicodin hp;
alprazolam 0.5 Vicodin Acetaminophen soma
ultram online pharmacy Hydrocodone 10mg alprazolam diazepam
purchase vicodin, Online Xenical soma de
oxycontin, Buy Cheap Tramadol oxycotin
tadalafil india Oxycodone Hydrocodone alprazolam 1mg!
codeine Xenical price xenical
order soma Soma Mg cialis 10mg
soma 350, Hydrocodone 500 drug ultram
tramadol hcl 50mg, Oxycodone Er generic soma
generic cialis online Levitra Pharmacy tramadol online
tramadol online Order Levitra hydrocodone lortab
levitra online Cialis Price order xenical
buy cheap cialis Buy Soma Online oxycodon
soma shop Drug Xenical purchase oxycontin
ultram 50, Buy Levitra Online ultram overnight
cialis price Buy Xenical “methadone for sale”
percocet 10mg Alprazolam Brand codeine morphine
percocet drug Tramadol 50mg www tadalafil
percocet vs vicodin Alprazolam Mg carisoprodol 350 mg
buy vicodin Soma Shop online codeine
darvocet vicodin; Vicodin Generic cheap cialis
vicodin hp; Prescription Xenical ultram on line
generic tramadol? Buy Carisoprodol percocet 10 325;
hydrocodone canada Buy Cheap Tadalafil buy cialis online
drug hydrocodone Next Day Tramadol alprazolam generic
codeine cost Buying Vicodin ultram er
mg tadalafil Orlistat Xenical ultracet tramadol
buy cheap levitra! Buy Cheap Levitra darvocet vicodin;
carisoprodol online, Ultram On Line cialis tadalafil
alprazolam ativan? Buy Cialis Online xenical no prescription!
carisoprodol 350 Cheapest Carisoprodol alprazolam 0.5
buy cheap xenical? Tramadol Pharmacy mg tadalafil
Buy soma buy soma online 543. Order Vicodin tramadol on line
levitra 10mg Percocet Pharmacy hydrocodone
buy cheap xenical? Percocet Vicodin purchase ultram
buy codeine; Vicodin 10 buy cheap cialis
20mg generic cialis Cheap Oxycontin ultram cost,
generic cialis online Oxycodone For Sale alprazolam 25
carisoprodol soma Drug Ultram vicodin com
8 carisoprodol; Hydrocodone Bitartrate oxycontin generic
percocet buy Bayer Levitra purchase vicodin,
purchase xenical Tadalafilo carisoprodol mg
discount ultram, Percocet Buy discount ultram,
vicodin 500; Www Hydrocodone oxycontin buy online
buy xenical Levitra On Line buy vicodin online
levitra online Discount Ultram methadone treatment?
tramadol no prescription Site Levitra oxycodone hydrochloride?
acetaminophen oxycodone Percocet Online ultram online pharmacy
oxycodone price Vicodin For Sale darvocet vicodin;
ARTIKEL TERKAIT :
- Menguak Misteri di Balik Kesakitan Perempuan
- Ninuk Widyantoro:
“Saat akan menikah, tidak usah memikirkan mahar, yang paling penting, kita peduli kesehatan pasangan kita!” - Kematian Ibu dan Anak dan Beberapa Persoalan Mendasar Kesehatan dan Hak Reproduksi
- Maria Ulfah Anshor:
“Ada Persoalan Hak Informasi Kesehatan Reproduksi yang Tidak Bisa Diakses” - Menguatkan Upaya dan Kerjasama Penanganan HIV/AIDS
| Tags : kesehatan, reproduksi | Share on Facebook |









