Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech

Hukum Pidana Internasional dan Perempuan

Masih lemahnya pemahaman aparat penegak hukum mengenai kejahatan terhadap kemanusiaan berbasis jender turut menyumbang  terus berlangsungnya praktik pengadilan HAM yang hingga saat ini belum menyentuh kejahatan terhadap perempuan berbasis jender yang  muncul di berbagai wilyah konflik di Indonesia. Sebagai langkah awal, Komnas Perempuan menyusun sebuah kurikulum pendidikan tentang kejahatan terhadap kemanusiaan berbasis jender yang ditujukan bagi aparat penegak hukum, akademis dan pegiat HAM. Kerangka kurikulum pendidikan ini mengacu pada 3 komponen utama, yaitu hukum material, hukum acara dan praktik berupa moot court (peradilan semu). Kurikulum ini kemudian diuji coba dan dikembangkan dalam kegiatan pendidikan selama 3 minggu (15 hari belajar efektif) untuk mendalami fenomena kejahatan terhadap kemanusiaan berbasis jender.

Hasil dari proses pendidikan selama 3 minggu itulah yang kemudian terangkum dalam rangkaian buku yang terdiri dari tiga volume. Buku ini memuat tata cara penyelenggaraan peradilan semu berdasarkan konsep dan analisis yang diperoleh pada buku pertama dan kedua.

Silakan download versi lengkapnya di sini

  1. BUKU REFERENSI HUKUM PIDANA INTERNASIONAL DAN PEREMPUAN
  2. Buku I : HUKUM PIDANA INTERNASIONAL DAN PEREMPUAN
    Sebuah Resource Book untuk Praktisi 
  3. BUKU II : HUKUM PIDANA INTERNASIONAL DAN PEREMPUAN
  4. BUKU III : HUKUM PIDANA INTERNASIONAL DAN PEREMPUAN: BELAJAR LEWAT PENGADILAN SEMU (MOOT COURT)
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech