Siaran Pers Bersama

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Aliansi Jurnalis Independen

dalam rangka Peluncuran Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Jakarta, 24 November 2010

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) bersama 37 organisasi di 33 Kabupaten di 21 Provinsi, mengawali kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (K16HAKTP) mulai tanggal 25 November hingga 10 Desember 2010 dengan tema ”Kekerasan Seksual: Kenali dan Tangani”.

Kekerasan Seksual adalah isu penting dan rumit dalam peta kekerasan terhadap perempuan karena memiliki dimensi yang sangat khas perempuan karena sering dikaitkan dengan isu moralitas. Pemantauan Komnas Perempuan sejak tahun 1998 hingga 2010 menunjukkan hampir sepertiga kasus kekerasan terhadap perempuan adalah kasus kekerasan seksual, atau ada 91.311 kasus kekerasan seksual dari 295.836 total kasus kekerasan terhadap perempuan.

Kekerasan seksual terjadi di semua ranah: personal, publik dan negara. Perempuan pembela HAM, perempuan penyandang cacat, yang hidup dengan HIV/AIDs dan pekerja migran memiliki kerentanan khusus terhadap kekerasan seksual. Perkosaan, perdagangan perempuan untuk tujuan seksual, pelecehan seksual dan penyiksaan seksual adalah empat jenis kekerasan seksual terbanyak yang dicatat Komnas Perempuan. Berulangnya kekerasan seksual dan penanganannya yang tidak tuntas membuat perempuan terampas hak konstitusionalnya atas jaminan rasa aman, perlindungan hukum, dan bebas dari kekerasan dan diskriminasi.

Tema “Kekerasan Seksual: Kenali dan Tangani” pada Kampanye 16 Hari Anti kekerasan terhadap Perempuan berlangsung selama lima tahun hingga tahun 2014 sebagai pernyataan sikap Komnas Perempuan beserta para mitranya untuk mengenalkan kekerasan seksual kepada masyarakat luas, komitmen menangani kekerasan seksual terhadap perempuan, serta memperjuangkan hak atas kebenaran, keadilan dan pemulihan dari para perempuan korban kekerasan seksual.

Bersama Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (YSIK), Komnas Perempuan menggagas “Gerakan 16 Hari untuk Selamanya” (G-16) untuk mengajak berbagai kalangan menggalang dana abadi untuk memastikan kelangsungan organisasi pengada layanan bagi perempuan korban kekerasan. Pengumpulan dana berlangsung selama K16HAKTP, mulai tanggal 25 November hingga 10 Desember.

Bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Komnas Perempuan menghimbau jurnalis menerapkan kode etik jurnalistik, khususnya pasal 4, 5, dan 8, serta menggunakan jurnalisme berperspektif keadilan gender, yang memperhatikan sisi perlindungan dan dukungan korban (dalam hal ini perempuan). Dengan demikian, jurnalis mampu memberitakan peristiwa secara obyektif tanpa membuat korban merasa dikorbankan kembali (reviktimisasi), dan membuka mata publik tentang pelecehan, kekerasan, diskriminasi, dan stigmatisasi yang dialami korban.

Untuk informasi lebih lanjut :

  • K16HAKTP : Siti Maesaroh (Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat) 081932787358
  • Kekerasan Seksual & Media: Rach Alida Bahaweres (Koordinator Divisi Perempuan AJI Indonesia) 081330392480
  • Gerakan 16 Hari untuk Selamanya : Anik Wusari (Direktur Eksekutif YSIK) : 08129282682
You are here: Kekerasan Seksual: Kenali dan Tangani Displaying items by tag: siaran pers
Copyright © 2010 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan . All Rights Reserved.