• Program Kerja
Komnas Perempuan |
|
|
| • POLLING |
 |
|
 Loading ...
|
| • PHOTO GALLERY |
 |
|
|
|
| • AGENDA |
 |
|
March 2010
| M |
T |
W |
T |
F |
S |
S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | 31 | EC |
|
|
|
Oleh Diah Irawaty
Di Indonesia, Pekerja Rumah Tangga (PRT) –mengacu pada para pekerja rumah tangga yang bekerja pada keluarga di dalam negeri– merupakan kelompok pekerja dan masyarakat yang memiliki berbagai keunikan persoalannya sendiri. Dan, persoalan-persoalan tersebut adalah persoalan rumit yang sebenanarnya …
|
|
| • ARSIP BERITA |
 |
|
|
|
| •
PENDAPAT PAKAR
|
 |
|
|
|
| • RAGAM |
 |
|
SUARA MASYARAKAT
Apa Kata Masyarakat tentang PRT?
Persoalan PRT sebenarnya bukan persoalan ringan. Persoalan PRT merupakan persoalan sosial-politik yang serius. Berbagai kekerasan dan eksploitasi, pengabaian hak, dan pandangan stereotipe masih sering dialami PRT. Namun, itu belum cukup membuat pemerintah serius memperhatikan kondisi mereka. Bagaimana masyarakat sendiri melihat…
Rina Ningsih, Recruiting Manager
Saya punya PRT yang tinggal bersama saya, masih kecil sih, umurnya baru 15 tahun. Dia tidak komunikatif dan susah diajak bicara, kebanyakan diam dan sepertinya pemalu, jadi saya juga gak tahu dan bingung apa keinginannya dan kalau ditanya hanya bilang iya saja. |
 |
Nani Khoirumasyaroh, Pekerja Rumah Tangga
Saya tidak terlalu senang menjadi PRT karena sering merasa sepi. Pekerjaannya sih gak berat dan majikan saya bijak. Harapan saya untuk PRT jangan memberikan pekerjaan yang berat-berat, kan kasihan. |
|
9 March 2010
Dua Nasib Terpisah Tembok Perumahan: Strategi Bertahan Hidup Seorang PRT
Oleh : Nunung Qomariyah
Sejak setahun yang lalu, persisnya ketika saya mulai menempati rumah sederhana di daerah Depok, Jawa Barat, setiap pagi saya menyaksikan pemandangan baru. Sebelumnya, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta, saya tinggal di lokasi yang berbaur…
4 January 2010
Harapan Publik terhadap Para Komisioner Periode 2010-2014
Bagaimana respon masyarakat terhadap terpilihnya anggota Komisi Paripurna/para komisioner Komnas Perempuan periode 2010-2014? Apa harapan-harapan mereka terhadap para komisioner yang akan efektif bekerja mulai Januari ini? Berikut adalah suara berbagai kalangan masyarakat yang dihimpun dari wawancara yang dilakukan Nunung Qomariyah…
|
| • DISKUSI INTERAKTIF |
 |
|
Banyak Pekerja Rumah Tangga (PRT) mengalami eksploitasi dan kekerasan. Menurut Anda apa akar persoalannya dan bagaimana mengatasinya?
|
|
Total : 10 comments
|
Agus | 19 February 2010 |
|
Menurut saya akar permasalahannya adalah kebanyakan kita masih belum menghargai HAM.
|
|
antho | 21 February 2010 |
|
Belum ada status hukum yang jelas bahwa PRT adalah mitra~karyawan seperti seperti pesuruh di kantor (rumah tangga kita). Perlu dibuatkan formulir standar minimal yang harus disepakati antara majikan dengan PRT yang diketahui oleh RT setempat sebagai pihak ke-3. Komnas Perempuan harus membuatkan dan menyosialisasikan standar draft itu, tentu berikut sanksinya. Insya Allah, akan berjalan baik dan saling menguntungkan para pihak.
|
|
devi | 21 February 2010 |
|
Akar permasalahannya adalah tingkat pendidikan / kebodohan banyak diantara mereka benar2 tidak tahu hak dan kewajibannya. prt adl pekerjaan mulia setidaknya mereka yg siap untuk pekerjaan tersebut mengerti apa yg harus di kerjakan dan apa hak mereka.
|
|
agus | 22 February 2010 |
|
menurut saya baik PRT, majikan, pemerintah dan LSM kurang sadar hukum
|
|
lidya sita | 22 February 2010 |
|
tidak ada segala kejelasan dalam pekerjaan ini. baik perlindungan hukum, kontrak kerja, sistem upah, bahkan dalam statusnya sendiri. jika seseorang bekerja sebagai PRT maka pada KTP biasanya hanya tertera sebagai ibu rumah tangga. artinya blum ada perlindungan profesi yang jelas tentang pekerjaan yang berdampak besar ini..
|
|
palupi pusporini | 23 February 2010 |
|
saya rasa hanya sebuah proses komunikasi yang belum selesai ditingkatan “majikan” dan “PRT”. tapi kita juga harus melihat bagiamana kemampuan dari orang yang kita pekerjakan. banyak PRT yang tingkat pendidikannya rendah dan sulit untuk memahami komunikasi yang dibangun oleh yang mempekerjakan. hal yang dilema ketika kita menginginkan PRT tau akan pekerjaannya degan baik namun disisi lain SDM dari PRT tersebut tidak memadai.
|
|
Ezza | 26 February 2010 |
|
Perlu ada upaya perlindungan hukum bagi PRT,sehingga majikan tdk bertindak sewenang-wenang wionk kadang ma istri sdr aja msih terjadi KDRT kok, apalagi asumsi bahwa PRT adalah sosokyang lemah, takberdaya yang bisa dalam kuasa penuh majikan, PRT bukan budak,apalagi budak Nafsu majikan, Tindak tegas majikan yang melakukan perbuatan kriminal, pelanggaran HAM.
|
|
rizqillah | 3 March 2010 |
|
pendidikan bagi saya selalu menjadi akar permasalahan dari setiap masalah yang timbul dalam suatu hubungan masyarakat. pun seorang PRT. rendahnya tingkat pendidikan bahkan melek huruf bagi sang pekerja membuat kekerasan dan bahkan eksploitasi tidak dirasa (dalam watak pekerja itu adalah sebuah usaha untuk mendapatkan sesuap nasi). cara mengatasi tetap saja meratakan pendidikan sampai ke tingkat bawah. untukmu PRT yang saat ini sedang mengalami kekerasan, kalaupun tak ada kesempatan kedua untuk bebas dan minta tolong, bebaskan dulu belenggu ketakutanmu untuk berbicara.
untuuk PRT yang telah mengalami kekerasa, mengulanginya adalah kebodohan kedua.
|
|
Julia Suryakusuma | 6 March 2010 |
|
Saya baru saja menulis kolom mengenai PRT di Tebi (Tempo edisi bahasa Inggris). Silahkan disimak di http://www.juliasuryakusuma.com/column.php?menu_id=2. Tulisan saya sekedar mengekspos perjuangan teman2 Rumpun Tjoet Nyak Dien, Jala PRT, Komnas Perempuan dan Koalisi Perempuan Indonesia dalam perjuangan mereka untuk mensahkan UU PRT yg kini sudah sampai di tahap Prolegnas. Untuk ini, sudah patut diberi ucapan selamat, lebih2 lagi kalau gol!
Julia
|
|
editor | 9 March 2010 |
|
Terima kasih banyak Mbak Julia atas informasinya. Jika tidak keberatan kami akan memasukkanya di kliping Komnas Perempuan.
Terima kasih banyak
Redaksi
|
|
|
|